AI Terabaikan di Indonesia: Belajar dari Negeri Paman Sam dan Ratu Elizabeth

- 1.1. Adopsi AI: Peluang Pertumbuhan dan Tantangan
- 2.1. Tanggal:
Table of Contents
Adopsi AI: Peluang Pertumbuhan dan Tantangan
Teknologi kecerdasan buatan (AI) menjadi semakin penting di era digital. Survei terhadap eksekutif teknologi senior mengungkapkan bahwa 25% organisasi berencana mengalokasikan $11-25 juta untuk inisiatif AI pada tahun 2024, dengan 7% tambahan berinvestasi lebih dari $25 juta.
Meskipun ada kekhawatiran tentang ROI, 25% responden berencana meningkatkan investasi AI hingga lebih dari 50% di tahun-tahun mendatang. GenAI tetap menjadi prioritas utama, dengan 70% organisasi memiliki setidaknya tiga proyek bisnis yang menggunakannya.
Untuk mengadopsi AI secara efektif, organisasi harus mengatasi keterbatasan seperti privasi data (45%), penggunaan teknologi lama (40%), dan kurangnya sumber daya berkualitas (40%).
Survei juga menemukan bahwa 63% organisasi telah membeli solusi AI yang sudah ada di pasar, sementara 54% bermitra dengan pihak lain untuk layanan terkait.
Meskipun adopsi AI menawarkan peluang pertumbuhan, hanya 51% responden menilai inisiatif AI mereka sangat berhasil. Untuk meningkatkan ROI, organisasi disarankan untuk mengambil pendekatan yang berpusat pada hasil dengan tata kelola yang tepat dan proses manajemen yang berkelanjutan.
Untuk sukses dalam implementasi AI, organisasi harus mengidentifikasi dan memitigasi keterbatasan untuk mengoptimalkan adopsi, kata Benedikta Satya, Country Director Searce Indonesia.
Pendekatan yang berpusat pada hasil, didukung oleh tata kelola yang tepat, kerangka kerja yang terukur, dan proses manajemen yang berkesinambungan, sangat penting untuk meningkatkan ROI, tambahnya.
Adopsi AI di Indonesia terus meningkat, menunjukkan keyakinan yang tumbuh dalam teknologi ini untuk mendorong inovasi dan efisiensi bisnis, pungkas Benedikta.
Tanggal: 19 November 2024
✦ Tanya AI